Seserahan, sering juga disebut hantaran, adalah barang-barang yang dibawa pihak calon mempelai pria untuk calon mempelai wanita. Setiap barang biasanya bukan sekadar hadiah, tetapi juga simbol harapan dan tanggung jawab dalam rumah tangga. Berikut isi seserahan yang umum beserta maknanya, serta beberapa tips menyiapkannya.
Seserahan bukan mahar
Dua hal ini sering tertukar. Dalam Islam, mahar adalah hak calon istri dan menjadi bagian dari syarat sah akad nikah. Seserahan adalah hadiah dan simbol tanggung jawab dari pihak pria; ia bagian dari tradisi, bukan syarat sah pernikahan. Karena itu, isi dan jumlah seserahan bisa disesuaikan dengan kemampuan dan kesepakatan kedua keluarga.
Selain itu, seserahan saat lamaran dan saat pernikahan juga sering dibedakan: seserahan lamaran menekankan keseriusan dan eratnya hubungan dua keluarga, sementara seserahan pernikahan lebih sarat makna simbolis.
Isi seserahan dan maknanya
| Barang | Makna yang umum dipahami |
|---|---|
| Perlengkapan ibadah (mis. mukena, sajadah, Al-Qur'an, tasbih bagi Muslim; Alkitab dan rosario bagi Katolik) | Agama sebagai pondasi rumah tangga |
| Pakaian (busana, kain, sepatu, tas) | Kesiapan suami memenuhi kebutuhan sandang istri |
| Perhiasan | Harapan agar istri selalu "bersinar" dan dimuliakan |
| Perlengkapan mandi & perawatan diri | Harapan agar istri senantiasa menjaga dan merawat diri |
| Makanan (kue tradisional, buah, jenang, dodol) | Doa akan kecukupan dan kesejahteraan; jenang/dodol yang lengket bermakna rumah tangga yang rekat |
| Cermin, sisir, dan benang (pada sebagian adat Jawa) | Simbol keharmonisan dan perlindungan rumah tangga |
Isi dan makna seserahan berbeda-beda antardaerah dan keluarga, misalnya tradisi sangjit pada adat Tionghoa memiliki susunannya sendiri. Tanyakan kepada sesepuh keluarga agar sesuai kebiasaan setempat.
Berapa jumlah seserahan?
Sebagian keluarga memilih jumlah ganjil, misalnya 5, 7, atau 9 nampan, karena dianggap membawa keberuntungan. Namun tidak ada aturan baku. Yang lebih penting adalah barangnya bermanfaat dan dipakai.
Tips menyiapkan seserahan
- Diskusikan dengan calon istri ukuran, merek, dan warna yang disukai, agar barang benar-benar terpakai.
- Prioritaskan kebutuhan dibanding gengsi. Seserahan tidak harus mewah.
- Siapkan anggaran khusus agar tidak mengganggu pos lain. Lihat cara menyusun anggaran pernikahan.
- Pilih jasa hias hantaran atau hias sendiri dengan wadah yang bisa dipakai ulang.
- Siapkan 3–4 minggu sebelumnya, karena menghias butuh waktu.
- Tunjuk pembawa seserahan dari keluarga atau kerabat dan atur urutannya.
Seserahan dalam rangkaian acara
Penyerahan seserahan biasanya dilakukan saat lamaran, malam sebelum akad (misalnya bersamaan dengan midodareni pada adat Jawa), atau sesaat sebelum akad. Masukkan momen ini ke rundown agar MC dan fotografer siap. Contoh rundown ada di contoh susunan acara akad dan resepsi.
Ingin undangan yang senada dengan adat keluarga? Ikrar.id memiliki koleksi tema Adat Nusantara dari berbagai daerah, lengkap dengan ornamen khas. Anda juga bisa mencantumkan beberapa acara sekaligus, misalnya lamaran, akad, dan resepsi, di satu undangan. Lihat tema adat.
Sumber & Rujukan
- Good News From Indonesia — Daftar Isi Seserahan Adat Jawa dan Maknanya
- Good News From Indonesia — Perbedaan Seserahan Lamaran dan Pernikahan
- Fimela — Seserahan Pernikahan dan Maknanya
- Liputan6 — Seserahan Pernikahan
Informasi bersifat umum dan dapat berubah. Untuk urusan administrasi dan hukum, selalu konfirmasi ke instansi terkait (mis. KUA kecamatan setempat).



