Ringkasnya: adat Lampung terbagi dua kelompok besar, Pepadun dan Saibatin, yang tata cara pernikahannya berbeda. Secara umum rangkaiannya dimulai dari nindai atau nyubuk (keluarga pria "menilai" calon pengantin perempuan), lamaran dan musyawarah keluarga, akad nikah, lalu pesta adat. Pada masyarakat Pepadun, pernikahan dapat digelar bersama begawi cakak pepadun, upacara pemberian gelar adat yang megah.
Pepadun dan Saibatin
Masyarakat Lampung mengenal dua kelompok adat. Saibatin ("satu penguasa") umumnya tinggal di pesisir dan menjunjung garis kepemimpinan adat yang diwariskan. Pepadun (dari nama singgasana penobatan) umumnya tinggal di pedalaman, dan kedudukan adat dapat diperoleh melalui upacara begawi. Perbedaan ini memengaruhi tata cara, busana, dan istilah dalam pernikahan.
Tahapan pernikahan adat Lampung
Berikut gambaran umum. Rinciannya berbeda antara Pepadun dan Saibatin, juga antarmarga.
- Nindai / nyubuk. Orang tua atau utusan keluarga pria menilai calon pengantin perempuan. Dahulu kesempatan ini bisa muncul saat acara adat di balai, misalnya tarian cangget.
- Lamaran dan musyawarah. Keluarga pria datang meminang dan kedua keluarga membicarakan kesepakatan, termasuk jujur atau uang adat, waktu, dan bentuk pesta.
- Persiapan dan hantaran. Keluarga menyiapkan seserahan dan perlengkapan adat.
- Akad nikah.
- Pesta adat. Bagi masyarakat Pepadun, dapat disertai begawi cakak pepadun, yakni pengantin naik ke singgasana pepadun dan menerima gelar adat. Upacara ini tergolong besar dan memerlukan persiapan serta biaya yang tidak sedikit.
Tentang sebambangan
Lampung juga mengenal sebambangan, yaitu tradisi ketika calon pengantin perempuan "dibawa" ke keluarga pria dengan sepengetahuan dan aturan adat, lalu kedua keluarga bermusyawarah untuk menyelesaikannya secara adat. Sebambangan sering disamakan dengan kawin lari, padahal ia memiliki tata cara dan penyelesaian adat tersendiri. Dahulu tradisi ini kerap menjadi jalan keluar ketika biaya pesta adat terasa berat.
Elemen khas yang bisa diangkat
- Siger, mahkota emas pengantin perempuan berbentuk lengkung bergerigi, ikon Lampung.
- Kain tapis, tenun bersulam benang emas.
- Rumah panggung Lampung (nuwo sesat sebagai balai adat).
- Panorama Teluk Lampung dan Gunung Anak Krakatau.
Tips menghadirkan adat Lampung di undangan digital
- Sebutkan bila ada begawi atau pemberian gelar, karena tamu adat biasanya hadir dengan busana dan persiapan khusus.
- Cantumkan gelar adat (adok) pengantin atau orang tua bila keluarga menghendaki.
- Gunakan ayat Al-Qur'an tentang pernikahan sebagai pembuka.
- Pakai aksen emas yang senada dengan siger dan kain tapis.
Ikrar.id menyediakan tema Lampung bernuansa rumah panggung dan siger, serta Lampung Tapis dengan motif kain tapis emas.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa beda adat Pepadun dan Saibatin?
Saibatin umumnya masyarakat pesisir dengan kepemimpinan adat yang diwariskan, sedangkan Pepadun umumnya masyarakat pedalaman yang kedudukan adatnya dapat diperoleh melalui upacara begawi.
Apa itu begawi cakak pepadun?
Upacara adat Lampung Pepadun untuk pemberian gelar dengan naik ke singgasana pepadun, yang dapat dilaksanakan bersamaan dengan pernikahan.
Apakah sebambangan sama dengan kawin lari?
Tidak sepenuhnya. Sebambangan memiliki tata cara dan penyelesaian adat yang melibatkan kedua keluarga, berbeda dengan kawin lari tanpa aturan.
Apa itu siger?
Siger adalah mahkota emas pengantin perempuan Lampung berbentuk lengkung bergerigi yang menjadi ikon budaya Lampung.
Sumber & Rujukan
- Jurnal Kejawen UNY — Ngejuk-Ngakuk dalam Bingkai Adat Perkawinan Lampung–Jawa
- detikSumbagsel — Pesona Baju Adat Lampung: Jenis, Makna, dan Fungsi
- Mojok — Sebambangan, Solusi Tingginya Biaya Nikah Orang Lampung
Informasi bersifat umum dan dapat berubah. Untuk urusan administrasi dan hukum, selalu konfirmasi ke instansi terkait (mis. KUA kecamatan setempat).



