Tips & Etika

Etika Mengirim Undangan Pernikahan Lewat WhatsApp (+ Template)

Kapan sebaiknya mengirim, kenapa harus japri, cara menyapa yang sopan, hingga template pesan formal, santai, atas nama orang tua, dan pengingat H-1.

Tim Ikrar.id· · 4 menit baca ·Diperbarui 1 Nov 2026
Ilustrasi lengkungan bunga mawar dan wisteria dengan latar matahari terbenam

Mengundang lewat WhatsApp itu praktis, tetapi tetap ada sopan santunnya. Pesan yang dikirim asal-asalan, misalnya tanpa salam atau langsung dilempar ke grup, bisa terkesan kurang menghargai. Berikut etika yang perlu diperhatikan, lengkap dengan template pesan siap pakai.

Kapan sebaiknya undangan dikirim?

Tidak ada aturan baku, tetapi kebiasaan yang umum berlaku adalah mengirim undangan sekitar 4–8 minggu sebelum acara. Rentang ini cukup bagi tamu untuk mengatur jadwal, terutama yang datang dari luar kota, namun belum terlalu jauh sehingga mudah terlupa.

  • Tamu luar kota/luar negeri: kabari lebih awal, idealnya 2–3 bulan sebelumnya.
  • Pengingat: kirim pesan singkat sekitar H-7 dan H-1.
  • Jam kirim: pilih waktu yang wajar, misalnya pagi atau sore hari. Hindari tengah malam atau dini hari.

Etika yang perlu dijaga

1. Kirim secara pribadi (japri), bukan ke grup

Undangan yang dikirim satu per satu terasa jauh lebih personal. Mengirim ke grup boleh saja sebagai pemberitahuan tambahan, tetapi sebaiknya tetap disertai japri untuk orang-orang yang benar-benar Anda harapkan hadir.

2. Sapa dengan nama

Awali dengan salam dan sebut nama penerima dengan sapaan yang tepat (Bapak/Ibu/Mas/Mbak/Kak). Undangan digital yang mendukung link personal per tamu akan menampilkan nama mereka di halaman undangan, sehingga kesannya semakin khusus.

3. Perkenalkan diri bila perlu

Jika penerima mungkin tidak menyimpan nomor Anda, misalnya rekan orang tua, sebutkan siapa Anda: "Saya Rina, putri Bapak Ahmad…". Tanpa ini, pesan berisi tautan dari nomor asing bisa dicurigai sebagai penipuan.

4. Bahasa sopan dan jelas

Gunakan bahasa yang santun, tidak berlebihan emoji, dan tanpa singkatan yang membingungkan. Pastikan hari, tanggal, jam, dan lokasi tertulis jelas, meski semua sudah ada di tautan undangan.

5. Hormati yang lebih tua

Untuk orang tua, sesepuh, guru, atau tokoh yang dihormati, pertimbangkan mengundang langsung, menelepon lebih dulu, atau memberi undangan cetak. Undangan digital kemudian bisa menjadi pelengkap informasi.

6. Jangan memaksa konfirmasi

Mintalah konfirmasi kehadiran dengan halus melalui fitur RSVP. Hindari menagih jawaban berulang kali.

7. Kirim tautan, bukan file aplikasi

Belakangan marak penipuan yang menyamar sebagai undangan pernikahan dalam bentuk file APK. Tamu yang waspada mungkin ragu membuka kiriman Anda. Gunakan tautan undangan yang jelas (bukan file), dan jangan pernah meminta tamu memasang aplikasi apa pun.

Template pesan undangan

Template formal (umum)

Assalamu'alaikum / Salam sejahtera, Bapak/Ibu [Nama].

Dengan memohon rahmat Tuhan Yang Maha Esa, kami bermaksud mengundang Bapak/Ibu untuk menghadiri acara pernikahan kami:

[Nama Mempelai Wanita] & [Nama Mempelai Pria]
[Hari], [Tanggal]
[Jam] · [Lokasi]

Informasi lengkap, peta lokasi, dan konfirmasi kehadiran dapat dilihat di tautan berikut:
[link undangan]

Merupakan kebahagiaan bagi kami apabila Bapak/Ibu berkenan hadir dan memberikan doa restu. Terima kasih.

Template untuk teman

Halo [Nama]! 😊

Kabar bahagia nih, aku dan [Nama Pasangan] akan menikah pada [Hari, Tanggal] di [Lokasi]. Detail acara dan lokasinya ada di sini ya:
[link undangan]

Seneng banget kalau kamu bisa datang. Jangan lupa isi konfirmasi kehadirannya di link tersebut ya. Terima kasih!

Template atas nama orang tua

Assalamu'alaikum Bapak/Ibu [Nama].

Perkenalkan, saya [Nama], putri/putra dari Bapak [Nama Ayah] dan Ibu [Nama Ibu]. Atas nama keluarga, kami mengundang Bapak/Ibu sekeluarga untuk hadir pada pernikahan kami pada [Hari, Tanggal] di [Lokasi].

Undangan lengkap: [link undangan]

Doa restu Bapak/Ibu sangat berarti bagi kami. Terima kasih.

Template pengingat H-1

Halo [Nama], sekadar mengingatkan, besok [Hari, Tanggal] pukul [Jam] acara pernikahan kami di [Lokasi]. Peta lokasi ada di [link undangan]. Sampai jumpa! 🙏

Bagaimana dengan tamu yang tidak bisa hadir?

Ucapan dan doa dari tamu yang berhalangan tetap berarti. Fitur ucapan & doa di undangan digital memudahkan mereka turut merayakan. Jika Anda mencantumkan amplop digital, baca juga etika dan tips aman amplop digital.

Di Ikrar, admin kami menyiapkan teks pesan per tamu yang tinggal disalin, lengkap dengan link personal masing-masing, sehingga Anda tidak perlu mengetik ulang satu per satu.

#undangan whatsapp#template undangan#etika undangan#kata-kata undangan

Sumber & Rujukan

  1. Gramedia — Kata-kata Undangan Lewat WhatsApp
  2. Wolipop — Contoh Undangan Pernikahan untuk Dikirim via WhatsApp
  3. Antara — Waspada Link Undangan Nikah Digital Penipu di WhatsApp

Informasi bersifat umum dan dapat berubah. Untuk urusan administrasi dan hukum, selalu konfirmasi ke instansi terkait (mis. KUA kecamatan setempat).

Tanya Admin